Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 Juli menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya penyakit ini. Pada peringatan tahun 2026, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak mengabaikan kesehatan hati dan segera melakukan pemeriksaan medis tanpa harus menunggu munculnya gejala klinis yang khas, seperti perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema "Hepatitis: Let’s Break It Down" untuk mengampanyekan gerakan global tahun ini. Melalui tema tersebut, WHO mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengikis stigma negatif, meluruskan disinformasi, serta meruntuhkan berbagai hambatan sosial-ekonomi yang selama ini menghalangi pasien dalam mengakses layanan deteksi dini dan pengobatan yang layak.
Keterlambatan diagnosis masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan hepatitis secara global. Banyak penderita tidak menyadari bahwa tubuh mereka telah terinfeksi karena pada fase awal, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan atau hanya menimbulkan keluhan ringan yang kerap diabaikan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya edukasi kesehatan, sehingga masyarakat cenderung baru mencari pertolongan medis ketika kerusakan hati sudah memasuki stadium lanjut.
Selain faktor minimnya gejala awal, stigma sosial juga menjadi tembok besar yang menghalangi upaya penanganan. Rasa takut dikucilkan atau dinilai negatif oleh lingkungan membuat sebagian orang enggan menjalani skrining kesehatan. Padahal, penanganan medis yang cepat dan tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi berbahaya, termasuk sirosis dan kanker hati.
Guna menyukseskan target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan global pada tahun 2030, WHO menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap vaksinasi, alat diagnosis, dan terapi obat. Pemerintah di berbagai negara didesak untuk meningkatkan investasi pada layanan kesehatan primer agar penanganan hepatitis dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.