Airlangga Business Community (ABC), wadah bagi para alumni Universitas Airlangga (UNAIR) yang berkecimpung di dunia usaha, menggelar Sarasehan Bisnis Nasional di Surabaya Suites Hotel. Pertemuan strategis ini dirancang untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku usaha, akademisi, sektor perbankan, hingga instansi pemerintah.
Ketua ABC, Dicky Fanani, menegaskan bahwa tantangan industri modern tidak lagi sekadar berpusat pada kapasitas produksi dan penetrasi pasar tradisional. Para pengusaha kini dituntut adaptif dalam mengakses modal, mengadopsi teknologi terbaru, serta memperluas jaringan guna memacu daya caing usaha ke tingkat yang lebih tinggi.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui inisiasi "ABC Blueprint 2045". Cetak biru jangka panjang ini memosisikan ABC sebagai jembatan strategis yang memfasilitasi kebutuhan riset dengan perguruan tinggi, menghubungkan pelaku bisnis dengan lembaga keuangan, serta menyelaraskan regulasi antara dunia usaha dan pemerintah.
Sementara itu, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Tri Prakoso, menyoroti pentingnya peran organisasi pengusaha dalam memberikan pendampingan hukum dan regulasi. Merujuk pada kelembagaan bisnis di Jerman, ia menekankan bahwa organisasi di Indonesia harus lebih proaktif membantu anggotanya menghadapi kendala administratif, standardisasi produk, hingga advokasi hukum.
Tri juga memaparkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai model ideal pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara terstruktur mulai dari pencatatan keuangan dasar, legalitas PIRT, sertifikasi halal, hingga peningkatan mutu agar produk lokal siap bersaing di pasar nasional.
Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha juga menjadi sorotan penting. Contoh nyata terlihat pada riset adaptasi komoditas pertanian tropis seperti edamame. Kolaborasi riset akademis membantu produsen menemukan bibit unggul yang sesuai dengan tanah lokal, membuktikan bahwa riset ilmiah sangat esensial untuk memecahkan kendala teknis industri.
Dari sisi finansial, Area Micro and Pawning Manager Bank Syariah Indonesia, Ahmad Nuruddin, menawarkan opsi pembiayaan berbasis syariah untuk menopang ekspansi bisnis. Di sisi regulasi, Sekretaris DPMPTSP Jawa Timur, Shovitusholihah, menegaskan bahwa kepastian hukum dan kemudahan izin investasi adalah fondasi utama guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sarasehan ini dihadiri oleh puluhan praktisi bisnis, direktur BUMN/BUMD, perbankan, serta pelaku startup. Dengan menjunjung nilai integritas, kolaborasi, kebermanfaatan, dan keberlanjutan, ABC berkomitmen mentransformasikan jejaring alumni menjadi peluang bisnis riil yang berdampak luas bagi perekonomian nasional.