Peta investasi asing di Indonesia mencatatkan sejarah baru pada kuartal kedua tahun 2026. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, posisi Singapura sebagai investor terbesar di tanah air berhasil digeser oleh Hong Kong yang tampil lebih agresif dalam menyalurkan modalnya.
Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa realisasi investasi asal Hong Kong pada kuartal II-2026 menembus angka US$ 5 miliar. Angka ini melampaui investasi Singapura yang tercatat sebesar US$ 4,2 miliar. Sementara itu, posisi berikutnya ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$ 1,7 miliar, Jepang sebesar US$ 0,9 miliar, dan Malaysia sebesar US$ 0,7 miliar. Akumulasi dari kelima negara ini menyumbang hingga 79,6 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia.
Meski secara administratif tercatat atas nama Hong Kong, Rosan membeberkan bahwa arus modal tersebut mayoritas berasal dari Tiongkok daratan yang difokuskan pada sektor hilirisasi industri mineral. Ia juga menjelaskan fenomena serupa terjadi pada beberapa negara penghubung (hub). Sebagai contoh, investasi yang tercatat dari Malaysia acap kali sebenarnya bersumber dari Korea Selatan, begitu pula dengan Singapura yang kerap menjadi pintu masuk bagi aliran modal global sebelum akhirnya dideklarasikan mengalir ke Indonesia.
Walau Hong Kong mendominasi performa triwulan kedua, potret kumulatif sepanjang semester pertama tahun 2026 menunjukkan Singapura tetap memimpin secara keseluruhan. Sepanjang periode Januari-Juni 2026, Singapura membukukan total investasi sebesar US$ 8,8 miliar. Hong Kong membayangi di posisi kedua dengan capaian US$ 7,6 miliar, disusul oleh Tiongkok senilai US$ 3,9 miliar, Jepang dengan US$ 1,9 miliar, dan Amerika Serikat yang menyumbang US$ 1,7 miliar.