Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersinergi dengan PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) menyelenggarakan latihan kedaruratan skala besar di Merakurak. Langkah taktis ini diambil sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bencana akibat kegagalan teknologi industri di wilayah operasional migas.

Simulasi bertajuk "Wet Drill – Command Post Exercise" yang dipusatkan di Lapangan Desa Sambonggede tersebut melibatkan sedikitnya 466 personel gabungan. Unsur yang terlibat meliputi Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB), TNI, Polri, tim internal PHE TEJ, hingga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari wilayah-wilayah di sekitar area operasional perusahaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Agus Wijaya, yang mewakili Bupati Tuban, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi pentahelix ini. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi 15 potensi ancaman bencana di Kabupaten Tuban, termasuk risiko kegagalan teknologi, memerlukan sinergi erat antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media demi melindungi keselamatan warga sekaligus menjaga iklim investasi daerah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, menerangkan bahwa simulasi kali ini secara khusus melatih anggota Destana Desa Sumber dan Desa Sambonggede dalam menghadapi skenario kebakaran di area operasional darat PHE TEJ. Latihan taktis ini melengkapi simulasi penanganan tumpahan minyak di wilayah laut yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama PT Pertamina EP di Kecamatan Palang.

Melalui rangkaian persiapan matang yang dimulai sejak pertengahan Juli, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memahami alur koordinasi dan prosedur operasi standar (SOP) penyelamatan dengan baik. Kesiapan kapasitas personel dan peralatan ini krusial guna meminimalkan dampak buruk apabila terjadi situasi darurat yang sesungguhnya di masa mendatang.