Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) mengambil langkah preventif untuk menjaga kebugaran pegawainya dengan menyelenggarakan seminar dan konsultasi kesehatan di Aula Kanwil Imigrasi NTT, Kupang. Agenda ini bertujuan untuk mendorong kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) akan pentingnya gaya hidup sehat guna menunjang produktivitas kerja sehari-hari.
Acara tersebut dibuka resmi oleh Pelaksana Tugas Harian (PLH) Kepala Kantor Wilayah, Cristian Penna. Hadir dalam kegiatan ini jajaran ASN di lingkungan Kanwil Imigrasi NTT serta para peserta Program Magang Hub Batch I Angkatan 2 Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Cristian mengapresiasi kolaborasi dengan Prodia Kupang yang telah bersedia memberikan edukasi medis bagi para pegawai.
Mewakili Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang, Cristian menyampaikan terima kasih kepada tim medis Prodia Kupang, khususnya dr. Fenny M. Pranoto, yang memimpin jalannya penyuluhan. Ia berharap seluruh jajaran memanfaatkan momentum ini dengan optimal demi mendukung performa kerja yang prima dalam melayani masyarakat.
Sesi edukasi yang dipandu oleh dr. Fenny M. Pranoto menekankan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit, penerapan pola makan seimbang, serta urgensi melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Melalui pemaparan tersebut, para pegawai dibekali pemahaman praktis yang dapat diterapkan baik di lingkungan keluarga maupun dalam aktivitas kedinasan.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan hasil pemeriksaan kesehatan dan sesi konsultasi privat. Setiap ASN mendapatkan analisis personal mengenai kondisi fisiknya serta rekomendasi medis yang tepat dari dokter guna menjaga stabilitas kesehatan mereka di masa mendatang.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan bahwa kebugaran fisik para pegawai merupakan fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional. Program ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam menyejahterakan aspek kesehatan internal organisasi.
Saroha juga berharap inisiatif preventif ini mampu mengubah pola pikir para ASN agar menjadikan kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan dedikasi dan kinerja aparatur negara dalam melayani kepentingan publik di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan lebih optimal.