Komitmen Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan direalisasikan melalui aksi berkantor langsung di Kepulauan Nias. Pemprov Sumut memfokuskan pembenahan mendasar pada tiga sektor vital, yaitu percepatan konektivitas jalan dan jembatan, penataan fasilitas pendidikan unggulan, serta penguatan layanan kesehatan primer bagi masyarakat setempat.
Pada sektor fisik dan infrastruktur, rekonstruksi ruas jalan utama penghubung Nias Selatan dan Nias Barat di jalur pantai barat dipastikan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Tahap awal penanganan diprioritaskan sepanjang 2,3 kilometer untuk memulihkan aksesibilitas warga yang selama ini terhambat kerusakan jalan. Selain itu, pengerjaan perbaikan lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Gunungsitoli juga mulai direalisasikan tahun ini, beriringan dengan rencana pembenahan jaringan irigasi bagi 500 hektare lahan pertanian warga.
Di ranah pendidikan, langkah taktis diambil dengan merelokasi SMK Negeri 1 Gido ke kawasan aman banjir di Desa Somi, disokong dana hibah jalan senilai Rp5 miliar. Di saat bersamaan, proyek rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Nias di Gunungsitoli senilai Rp87 miliar terus dipacu agar gedung asrama dan laboratorium baru dapat difungsikan pada awal 2027 mendatang.
Guna mendekatkan pelayanan medis bagi puluhan ribu warga di wilayah terpencil, status Puskesmas Mandrehe di Nias Barat ditingkatkan menjadi fasilitas rawat inap lengkap dengan penyediaan alat USG 4D. Pemprov Sumut juga mengusung skema rotasi dokter RSUD, penempatan dokter residen lintas universitas, dan beasiswa dokter spesialis bagi putra daerah. Rangkaian program ini ditutup dengan gagasan pembangunan pusat logistik regional untuk menjaga kestabilan harga serta pasokan kebutuhan pokok di Kepulauan Nias.