Pemerintah Kota Cilegon mengambil langkah proaktif dalam merespons potensi ancaman abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jajaran Dinas Kesehatan beserta seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Cilegon telah diinstruksikan untuk bersiap memberikan pelayanan medis bagi warga yang membutuhkan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat mengenai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik. Kendati demikian, penyediaan fasilitas penanganan medis mendesak tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi agar potensi risiko kesehatan dapat ditekan sedini mungkin.

Dalam kesempatan tersebut, Robinsar mengimbau warga Cilegon untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk menyaring informasi dan hanya mempercayai pembaruan situasi dari sumber-sumber resmi pemerintah guna menghindari kepanikan akibat kabar hoaks.

Selain lini pelayanan kesehatan masyarakat, mitigasi penanggulangan juga diperluas ke sektor strategis industri. Sekretaris Daerah Kota Cilegon telah menggelar koordinasi khusus bersama para pelaku industri lokal, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran guna menyusun langkah taktis penanganan keadaan darurat secara terpadu.