Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melayangkan kritik keras terhadap tren tantangan hafalan Al-Qur'an yang menjanjikan hadiah berupa minuman keras. Aksi kontroversial di media sosial ini dinilai sangat tidak etis dan memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat.

Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, secara tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut mencederai sensitivitas umat beragama. Pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini menekankan bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci yang harus dijaga kehormatannya, sehingga menyandingkannya dengan minuman beralkohol merupakan bentuk pelecehan nyata yang tidak dapat ditoleransi.

Terkait ranah hukum, PBNU menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. Gus Fahrur meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan mengkaji secara komprehensif apakah tindakan pembuat konten tersebut telah memenuhi unsur penistaan agama sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Gus Fahrur juga mengingatkan masyarakat bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital tidak boleh mengabaikan etika sosial dan penghormatan terhadap simbol agama. Konten yang berpotensi memicu konflik antarumat beragama wajib dihindari demi menjaga kerukunan bangsa.

Sebagai langkah penyelesaian, PBNU mendesak pihak penyelenggara tantangan tersebut untuk segera memberikan klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Umat juga diimbau agar lebih bijak dan tidak menjadikan nilai-nilai sakral keagamaan sebagai komoditas hiburan belaka.