Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, melayangkan kecaman keras terhadap manajemen kawasan wisata Ancol terkait penyelenggaraan festival musik The Sounds Project. Langkah ini diambil menyusul viralnya video tantangan melafalkan salah satu surah Al-Qur'an dengan imbalan minuman keras (miras) di salah satu stan acara tersebut.
Menurut Suhud, Ancol selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya melakukan kurasi ketat terhadap setiap kegiatan yang diadakan di kawasannya. Ia menyayangkan sikap pengelola yang dinilai abai sehingga meloloskan aktivitas yang menyinggung nilai-nilai keagamaan.
"Tindakan itu telah menyakiti perasaan umat Islam. Saya menyayangkan tindakan tersebut karena sudah menyakiti perasaan umat beragama, khususnya umat Islam," ujar Suhud dalam keterangan resminya kepada media.
Legislator DKI Jakarta ini juga memperingatkan para pelaku industri hiburan agar tidak memanfaatkan isu sensitif keagamaan sebagai taktik pemasaran demi menarik perhatian pengunjung. Suhud mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang pada berbagai kegiatan hiburan di ibu kota.
Ia menekankan pentingnya inovasi bisnis yang sehat tanpa menabrak batas norma sosial. Harapannya, sektor hiburan di Jakarta dapat tumbuh secara kreatif dan berbudaya selaras dengan visi Jakarta menuju kota global. Adapun kasus ini mencuat setelah video tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha berhadiah miras di sebuah festival musik di Ancol viral di media sosial.