MANGGARAI TIMUR — Akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendapat dukungan krusial. Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, dengan sokongan dari Lazismu, resmi mendirikan fasilitas Rumah Sakit (RS) Lapangan di kawasan Dampek, Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Ketua EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini bertujuan untuk memperkuat, bukan menggantikan, sistem kesehatan yang sudah ada di tingkat lokal. Kehadiran RS Lapangan ini dirancang agar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat tetap mampu memberikan pelayanan medis secara optimal di tengah situasi darurat pascabencana.
Langkah taktis ini menjadi sangat mendesak mengingat dampak kerusakan infrastruktur yang cukup masif. Berdasarkan data termutakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat ada sekitar 118 fasilitas pelayanan kesehatan di NTT yang mengalami kerusakan akibat gempa. Sementara itu, jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis akibat luka-luka maupun penyakit pascabencana telah menembus angka 1.674 orang.
Guna menjamin keberlangsungan layanan, RS Lapangan ini direncanakan beroperasi sekurang-kurangnya selama 30 hari selama masa tanggap darurat. Manajemen operasional medis akan dikelola melalui skema dua gelombang tugas (rosterlist). Setiap gelombang diperkuat oleh 25 personel ahli, meliputi kolaborasi dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, petugas keselamatan, hingga tim logistik yang seluruhnya bekerja di bawah standardisasi penanganan bencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).