Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan strategi intervensi gizi guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Langkah ini dipertajam melalui diseminasi hasil pendampingan program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) periode Mei-Juni 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, didampingi Kepala Dinas Kesehatan drg. Asep Setia Budiman. Agenda tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Bangun Jaya, Puskesmas Tunas Harapan, serta Tim Pendamping INEY dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Dalam arahannya, Iwan Sumantri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang solid untuk mengentaskan stunting. Ia berharap data dan rekomendasi dari hasil pendampingan lapangan ini dapat segera ditindaklanjuti menjadi program kerja nyata demi memperbaiki status gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, memaparkan sejumlah potret persoalan yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Bangun Jaya dan Tunas Harapan. Beberapa kendala krusial yang teridentifikasi antara lain belum optimalnya pemeriksaan kehamilan (ANC), keberadaan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), balita kurang gizi, rendahnya akses sanitasi layak, serta cakupan imunisasi yang perlu ditingkatkan.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat alokasi anggaran, meningkatkan kapasitas sarana prasarana kesehatan, mengoptimalkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta memperluas edukasi hidup bersih dan sehat guna mengatasi masalah mendasar seperti pernikahan dini dan rendahnya pemahaman gizi masyarakat.