Pembalap Ducati Gresini, Marc Marquez, harus menerima kenyataan pahit di Sprint Race MotoGP Assen setelah hanya mampu melintas garis finis di posisi ketujuh. Posisi tersebut bahkan naik satu peringkat berkat penalti yang dijatuhkan kepada rekan setimnya di pabrikan Ducati, Francesco "Pecco" Bagnaia, akibat kesalahan di tikungan terakhir.

Pembalap asal Spanyol itu sebelumnya telah mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan karakteristik Sirkuit Assen sejak sesi latihan hari Jumat. Marquez menegaskan bahwa hasil yang diraihnya sudah mencerminkan batas kemampuannya di lintasan tersebut. "Saya sudah mengerahkan 100 persen kemampuan saya, tetapi memang tidak bisa berbuat lebih dari ini," ujar Marquez usai balapan sprint.

Sepanjang sesi latihan dan kualifikasi, Marquez mengaku terus berupaya meningkatkan performa namun konsisten berada di kisaran posisi ketujuh hingga kedelapan, bersaing ketat dengan para pembalap KTM. Ia mengakui memilih berkendara dalam mode aman karena merasa tidak mampu mendorong lebih agresif. "Di sirkuit ini, Anda harus benar-benar merasakan motornya. Saya merasa tidak nyaman dan tidak konsisten. Kerikil di sini sangat berbahaya jika Anda terjatuh, jadi kehati-hatian menjadi prioritas," jelasnya.

Kekhawatiran Marquez soal keselamatan bukan tanpa alasan. Adiknya, Alex Marquez, serta rekan setim di Gresini, Fermin Aldeguer, sama-sama mengalami insiden keras pada hari Jumat. Aldeguer bahkan harus absen dari sisa akhir pekan akibat patah tulang belakang yang dideritanya.

Di sisi lain, Aprilia tampil mendominasi di Assen dengan menguasai empat posisi teratas dalam sesi kualifikasi. Hanya Fabio di Giannantonio dari tim VR46 Ducati yang berhasil memecah hegemoni RS-GP dengan merebut podium ketiga di Sprint Race. Marquez mengakui keunggulan Aprilia di sirkuit dengan karakter tikungan cepat seperti Assen. "Kami sudah mengetahui kekuatan Aprilia. Di sirkuit seperti ini, mereka memang lebih unggul dibanding kami," kata pembalap enam kali juara dunia itu.

Untuk balapan utama Grand Prix pada hari Minggu, Marquez tidak memasang target muluk-muluk. Ia memperkirakan hasilnya akan serupa dengan sprint, yakni di sekitar posisi ketujuh atau kedelapan. "Sama seperti hari ini. Berusaha finis di posisi ketujuh atau kedelapan, itu saja," tuturnya realistis.

Dalam persaingan klasemen kejuaraan, Marquez sebelumnya berhasil memangkas 62 poin dari keunggulan Marco Bezzecchi selama empat seri terakhir. Namun di Sprint Assen, ia justru kehilangan dua poin dari pembalap Aprilia tersebut dan kini tertinggal 42 poin. Meski demikian, Marquez tampak sudah melepaskan ambisi gelar juara dunia musim ini.

"Jika saya masih ikut bersaing untuk kejuaraan, itu adalah bonus. Bukan karena saya melakukan sesuatu yang berbeda, melainkan karena yang lain melakukan kesalahan," ujar Marquez. "Tapi sejujurnya, bagi saya perebutan gelar sudah berakhir. Akan ada sirkuit-sirkuit yang bisa saya kuasai, dan akan ada pula sirkuit di mana bertahan berarti benar-benar bertahan — finis di urutan kedelapan, kesepuluh, atau bahkan lebih jauh ke belakang."