PT PAL Indonesia berkomitmen memperluas kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam pengembangan riset teknologi maritim. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak kapasitas serta daya saing industri galangan kapal di dalam negeri.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk menyinkronkan peran perguruan tinggi dengan PT PAL. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi canggih sekaligus mengakselerasi proses industrialisasi di sektor perkapalan nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa industri pembuatan kapal merupakan sektor padat teknologi yang mengintegrasikan beragam disiplin ilmu. Kolaborasi dengan lembaga riset akademis dinilai krusial untuk memecahkan berbagai tantangan teknis lapangan. Saat ini, PT PAL bahkan telah aktif menjalin kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Selama setengah dekade terakhir, BUMN pertahanan matra laut ini telah melakukan transformasi masif. Upaya tersebut mencakup modernisasi fasilitas produksi, penerapan konsep Industri Maritim 4.0 (IM4), digitalisasi operasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia demi efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi.
Kendati demikian, Kaharuddin menegaskan bahwa visi besar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan ekosistem yang solid, melibatkan dukungan pemerintah, sektor keuangan, hingga industri penyokong untuk membangun kemandirian maritim yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.