Puskesmas Poncokusumo, Kabupaten Malang, mengintensifkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis atau TBC melalui kegiatan Active Case Finding (ACF). Skrining tersebut digelar di Aula Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Sabtu (27/6), dengan melibatkan 180 warga dari 17 desa.

Kepala Puskesmas Poncokusumo, dr Wiwit Wijayati, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, terdapat 10 warga yang dinyatakan sugestif TBC. Status tersebut diberikan karena hasil foto rontgen dada menunjukkan gambaran yang mengarah pada penyakit TBC.

Menurut Wiwit, warga yang masuk kategori sugestif tidak langsung dinyatakan positif. Mereka masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan berupa tes dahak atau Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis secara medis.

Selain itu, Puskesmas Poncokusumo juga mencatat 14 orang yang diarahkan mengikuti Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Mereka merupakan warga yang memiliki kontak serumah dengan pasien TBC, sehingga dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Hingga saat ini, Puskesmas Poncokusumo menangani 24 pasien TBC. Wiwit menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring hasil skrining yang sedang direkap oleh petugas kesehatan dan kader di lapangan.

ACF, kata Wiwit, merupakan strategi untuk menemukan kasus penyakit menular secara lebih aktif di tengah masyarakat. Dalam kegiatan ini, warga yang datang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan foto rontgen dada untuk mendeteksi kemungkinan infeksi TBC.

Peserta skrining bukan masyarakat umum secara acak. Mereka merupakan warga yang masuk kelompok berisiko, antara lain kontak erat dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus, balita dengan malnutrisi, serta kelompok lain yang memiliki gejala atau faktor risiko tertentu.

“Mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC kami undang untuk mengikuti skrining. Jika hasilnya positif, akan langsung dirujuk agar mendapatkan pengobatan,” ujar Wiwit.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Puskesmas Poncokusumo bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI). Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus menekan potensi penularan TBC di wilayah Kecamatan Poncokusumo.

Distrik Koordinator FCSDS Kabupaten Malang, Bobi Villa Suprianto, menambahkan bahwa skrining ini menjadi bagian dari langkah pencegahan penyebaran TBC di Kabupaten Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, lingkar badan, hingga pemeriksaan X-ray.

Bobi menjelaskan, warga yang hadir merupakan peserta yang sebelumnya mendapat undangan dari Puskesmas. Ada enam kategori sasaran dalam kegiatan ini, yakni kontak serumah, kontak erat, penderita diabetes melitus, ODHIV, warga bergejala TBC, serta warga dengan kondisi gizi buruk.

Hasil lengkap dari kegiatan skrining masih dalam proses pendataan. Namun, temuan awal tersebut menjadi dasar bagi Puskesmas Poncokusumo untuk mempercepat pemeriksaan lanjutan dan memastikan warga berisiko segera memperoleh penanganan yang tepat.