Kota Najaf, Irak, menjadi saksi lautan manusia saat jutaan pelayat memadati jalanan untuk mengiringi jenazah Ali Khamenei. Kelompok paramiliter Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) melaporkan bahwa sedikitnya 2,3 juta orang berpartisipasi dalam prosesi tersebut, sebuah angka yang diprediksi terus meningkat seiring kedatangan warga dari berbagai penjuru Irak.

Kedatangan jenazah di Najaf merupakan bagian dari rangkaian upacara penghormatan selama enam hari yang mencakup sejumlah kota bersejarah di Iran dan Irak, termasuk Qom, Karbala, dan Mashhad. Pemerintah Irak bahkan menetapkan hari Rabu sebagai hari libur nasional guna memfasilitasi jalannya prosesi yang dimulai sejak dini hari tersebut.

Situasi sempat memanas ketika massa berusaha mendekati peti jenazah saat diangkut menggunakan truk menuju kompleks makam Imam Ali. Pengamanan ekstra ketat diberlakukan oleh otoritas setempat untuk mengantisipasi desakan kerumunan yang ingin menyentuh peti jenazah tokoh tersebut sebelum dibawa ke kota Karbala.

Prosesi ini dipandang sebagai upaya simbolis Republik Islam Iran untuk menunjukkan persatuan dan kekuatan di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah pasca-kematian Khamenei akibat serangan militer pada akhir Februari lalu. Rangkaian upacara maraton ini nantinya akan berakhir di kota Mashhad pada Kamis (9/7), tempat peristirahatan terakhir Khamenei di kota kelahirannya.