Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah menjajaki strategi baru untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Langkah ini diambil usai kunjungan delegasi NOC Indonesia ke Amerika Serikat dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) pada pertengahan tahun 2026.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan tolok ukur ideal dalam pengelolaan olahraga yang terintegrasi. Dengan populasi yang besar, Indonesia dinilai memiliki potensi serupa untuk membangun jalur pembinaan atlet yang berkelanjutan, mulai dari tahap pemanduan bakat di usia muda hingga jenjang atlet elite profesional.

Salah satu fokus utama yang dipelajari adalah peran krusial perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta dan riset olahraga. Melalui model yang diterapkan di institusi seperti NCAA, kampus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi inkubator atlet yang didukung oleh fasilitas sport science dan manajemen karakter yang mumpuni.

Selain aspek teknis, NOC Indonesia juga menyoroti model pendanaan mandiri yang diterapkan di Amerika Serikat. Diversifikasi sumber daya yang melibatkan kemitraan komersial, hak siar, hingga dukungan filantropis dinilai mampu menciptakan fondasi finansial yang kokoh bagi tim nasional. Hal ini dianggap relevan untuk diadaptasikan di Indonesia demi mendukung visi jangka panjang pemerintah dalam memajukan prestasi olahraga di kancah dunia.

Selama rangkaian kunjungan di beberapa kota besar seperti Chicago hingga Los Angeles, delegasi telah melakukan diskusi intensif dengan USOPC serta USADA terkait tata kelola organisasi dan anti-doping. Hasil dari kunjungan ini rencananya akan dipresentasikan kepada pemerintah sebagai bahan kajian strategis untuk memperkuat diplomasi dan ekosistem olahraga nasional di masa depan.