PASURUAN — Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur, terus melakukan terobosan dengan mengintegrasikan sistem pendidikan berbasis teknologi modern tanpa mengikis nilai-nilai luhur tradisi kepesantrenan. Transformasi digital ini diwujudkan melalui penerapan fasilitas canggih seperti Digital Smart Board, sistem katalog perpustakaan digital, serta metode pembelajaran multimedia.

Ustadz Imaduddin, salah satu tenaga pendidik di Ponpes Dalwa, menjelaskan bahwa adopsi teknologi di lembaga ini berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan pengembangan potensi diri para santri. Menurutnya, pesantren memiliki mekanisme terstruktur dalam memetakan minat dan bakat santri melalui Lajnah Divisi Kreativitas, di mana potensi santri dijaring lewat kompetisi dan pembinaan intensif.

Selain unggul di bidang teknologi dan seni, penguasaan bahasa asing menjadi pilar utama di Ponpes Dalwa. Para santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari, sebelum kemudian diperbolehkan mengasah kemampuan bahasa Inggris di area khusus (English Area). Saat ini, pesantren juga mulai merambah pengajaran bahasa Mandarin untuk memperluas kesiapan global para santri.

Kemandirian dan inovasi pesantren ini juga terlihat dari hadirnya unit usaha mandiri berupa pusat perbelanjaan mini bernama Dalwa Mall. Fasilitas ini tidak hanya menjadi penopang ekonomi pesantren tetapi juga menjadi sarana edukasi praktis bagi santri dalam memahami dunia wirausaha sejak dini.