AirAsia Group dan organisasi nirlaba kesehatan mata global, Orbis International, resmi menyepakati kemitraan strategis guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan mata di kawasan Asia Pasifik. Melalui kolaborasi jangka panjang ini, AirAsia berkomitmen memberikan dukungan mobilitas penerbangan senilai 100.000 dolar AS per tahun selama lima tahun ke depan untuk menunjang program kemanusiaan Orbis.

Langkah kolaboratif ini diambil sebagai respons atas meningkatnya tantangan kesehatan indra penglihatan di kawasan Asia Pasifik. Beberapa kendala utama yang dihadapi wilayah ini meliputi ledakan populasi, lonjakan kasus penyakit kronis, keterbatasan jumlah tenaga medis spesialis, hingga ketimpangan distribusi layanan medis yang memadai.

Kemitraan ini akan memfasilitasi perjalanan tim medis Orbis untuk bersinergi dengan jaringan rumah sakit lokal, kementerian kesehatan, lembaga pelatihan, serta tenaga medis di berbagai negara. Dukungan ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan operasional program unggulan Orbis, termasuk Flying Eye Hospital—satu-satunya rumah sakit pendidikan mata terakreditasi di dunia yang beroperasi di dalam pesawat—serta platform pembelajaran digital Cybersight.

President & CEO Orbis International, Kathleen Sherwin, menyambut baik sinergi ini sebagai langkah penting untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga medis lokal melalui pelatihan berkelanjutan merupakan kunci utama untuk menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, Group CEO AirAsia Group, Bo Lingam, menyatakan komitmen maskapai untuk memberikan dampak sosial yang nyata di luar bisnis penerbangan komersial. Dengan memanfaatkan jaringan rute AirAsia yang luas di Asia Pasifik, ia berharap kolaborasi ini mampu mempercepat pemerataan akses teknologi medis dan perawatan mata berkualitas bagi komunitas yang membutuhkan.