Memasuki usia tujuh dekade, konglomerasi bisnis Gobel Group bersiap melakukan ekspansi besar-besaran. Langkah strategis ini ditempuh dengan mengoptimalkan sinergi di antara lebih dari 25 entitas usaha di bawah naungannya, serta memanfaatkan jaringan ekspor yang kini telah menjangkau lebih dari 125 negara di seluruh dunia.
Direktur sekaligus Pemimpin Transformasi Digital Gobel Group, M. Arif Rachmat Gobel, mengungkapkan bahwa arah pembangunan bisnis ke depan akan berpusat pada integrasi teknologi modern, kolaborasi bilateral Indonesia-Jepang, dan efisiensi operasional. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga warisan fondasi bisnis yang kokoh sembari beradaptasi dengan disrupsi zaman demi keberlanjutan usaha di tangan generasi penerus.
Saat ini, Gobel Group mengelola portofolio bisnis yang sangat terdiversifikasi dengan mempekerjakan lebih dari 18.000 karyawan. Sektor usaha mereka membentang dari industri manufaktur elektronik, logistik, perhotelan, infrastruktur pelabuhan, hingga pengembangan kawasan properti dan perumahan.
Ekspansi ini juga akan didorong oleh realisasi sejumlah proyek strategis nasional yang sedang berjalan. Di antaranya adalah pengembangan Terminal Internasional Anggrek Gorontalo (AGIT), fasilitas uji laik kendaraan Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), serta proyek hunian modern seperti SAVASA Smart Township dan Opus Park Sentul.
Kendati tengah menghadapi masa transisi kepemimpinan pasca-wafatnya Chairman Rachmat Gobel pada Juli 2026 lalu, manajemen memastikan roda bisnis tetap berjalan optimal. Direktur Utama dan CEO Grup, Hiramsyah S. Thaib, menegaskan bahwa seluruh program kerja dan visi besar yang dicanangkan oleh para pendiri, termasuk Thayeb Mohammad Gobel yang merintis usaha sejak 1956, tetap menjadi pedoman utama jalannya perusahaan.