Pemerintah Korea Selatan resmi meluncurkan inisiatif Strategi Layanan Kesehatan Dasar Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) guna mengatasi ketimpangan akses medis di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis. Langkah strategis ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Nasional ke-12 yang dipimpin oleh Perdana Menteri Han Seong-sook di Seoul. Melalui program ini, teknologi kecerdasan buatan akan diintegrasikan secara masif pada tingkat pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik daerah.

Kebijakan ambisius tersebut mencakup tiga strategi utama yang diturunkan ke dalam 12 tugas prioritas. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu dokter dan tenaga medis setempat dalam menganalisis citra medis secara presisi, melakukan pencatatan riwayat pemeriksaan pasien secara otomatis, serta mengoptimalkan pemantauan pasien dengan penyakit kronis. Kehadiran teknologi ini dirancang untuk mempercepat pelayanan sekaligus meringankan beban kerja tenaga medis di daerah minim fasilitas.

Selain pelayanan dasar, pemerintah setempat juga bersiap menguji coba Platform AI Terintegrasi untuk Layanan Darurat di Kota Daegu pada paruh kedua tahun 2026. Sistem pintar ini akan bekerja sejak pasien diangkut oleh ambulans. AI secara otomatis akan menganalisis kondisi darurat pasien serta kapasitas rumah sakit rujukan secara waktu nyata (real-time), memastikan pasien segera dibawa ke unit medis yang paling tepat tanpa penundaan yang berisiko fatal.

Upaya digitalisasi ini juga diperkuat dengan perluasan platform Catatan Kesehatan Personal (PHR). Melalui sistem terintegrasi ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses riwayat medis mereka dari berbagai institusi kesehatan dalam satu aplikasi. Hal ini tidak hanya meminimalkan pemeriksaan medis berulang yang tidak perlu saat pasien berpindah rumah sakit, tetapi juga menjaga kesinambungan perawatan oleh dokter.

Guna mendukung ekosistem kesehatan masa depan, pemerintah Korea Selatan berencana membangun jaringan konektivitas digital yang menghubungkan 72 institusi medis rujukan daerah melalui Platform AI Kesehatan Publik nasional. Di samping itu, proyek percontohan Rumah Sakit Khusus AI juga akan dikembangkan untuk menguji transformasi digital menyeluruh, mulai dari proses pendaftaran, diagnosis, tindakan operasi, hingga perawatan pasca-rawat jalan.