Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) segera melakukan ekspansi strategis ke sektor hilirisasi minyak sawit mentah (CPO) dan energi terbarukan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengonfirmasi bahwa dua proyek besar tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.

Pabrik pengolahan CPO akan dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, di bawah pengelolaan Koperasi Unit Desa Sejahtera. Sementara itu, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 0,5 hingga 1 Mega Watt akan diresmikan di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau, dengan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini menjadi bukti perluasan cakupan usaha koperasi di Indonesia. Ferry menegaskan bahwa saat ini koperasi telah diberikan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai sektor ekonomi produktif, termasuk sektor pertambangan dan mineral, sebagai upaya untuk meningkatkan perputaran uang di tingkat desa.

Pemerintah sendiri tengah mematangkan draf Undang-Undang Perkoperasian terbaru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan tantangan zaman. Diharapkan, regulasi baru yang akan rampung tahun ini dapat menjadi payung hukum kuat bagi gerakan koperasi agar kembali menjadi soko guru perekonomian nasional.

Kementerian Koperasi bersama Dewan Koperasi Indonesia berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal transformasi ini. Dengan landasan hukum yang baru, koperasi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.