Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar diskusi strategis melalui bedah buku bertajuk “Sports Intelligence: Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Surabaya, ini menjadi langkah nyata dalam memodernisasi tata kelola prestasi olahraga nasional.

Di tengah ketatnya persaingan olahraga global, penguasaan teknologi menjadi kunci utama. Buku tersebut menawarkan perspektif baru yang mengawinkan prinsip ilmu keolahragaan (sports science) tradisional dengan inovasi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI) dan pengelolaan big data. Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan performa atlet Indonesia sejak dini secara lebih presisi dan terukur.

Rektor Unesa, Nurhasan, menegaskan bahwa kampusnya siap menjadi pusat laboratorium riset untuk membumikan konsep intelijen olahraga ini. Menurutnya, metode pembinaan yang hanya mengandalkan intuisi sudah tidak lagi relevan. Indonesia perlu beralih ke pendekatan berbasis data ilmiah jika ingin mensejajarkan diri dengan kekuatan olahraga dunia.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memaparkan bahwa buku ini berfungsi sebagai “otak strategis” bagi ekosistem olahraga nasional. Ia menargetkan transformasi ini mampu membawa Indonesia menembus peringkat 10 besar pada Olimpiade 2032 dan 5 besar pada tahun 2044. Selain itu, sistem ini dirancang untuk menjaga integritas olahraga dengan mendeteksi dini potensi kecurangan, seperti pengaturan skor maupun penggunaan doping.

Dalam sesi diskusi, para penulis—Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, dan Jerry Indrawan—menjelaskan tentang “Siklus Intelijen Olahraga” yang mencakup perencanaan matang, pengumpulan data melalui metode HUMINT (Human Intelligence) dan OSINT (Open Source Intelligence), hingga analisis mendalam. Implementasi siklus ini diharapkan mampu memetakan peta kekuatan lawan serta melahirkan taktik yang lebih efektif dalam berbagai ajang kompetisi internasional.