BANJARMASIN – Sebanyak 137 atlet olahraga asah otak, bridge, dari berbagai wilayah di Kalimantan bersaing dalam Kejuaraan Wali Kota Cup yang digelar di Aula FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Turnamen bergengsi ini mempertemukan para atlet berbakat dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta empat perwakilan dari Kalimantan Tengah, meliputi Palangkaraya, Kapuas, Katingan, dan Kotawaringin Timur.

Ajang berskala regional ini mempertandingkan kategori umur di bawah 23 tahun (U-23) dan kelas umum. Adapun nomor yang diperebutkan meliputi kategori berpasangan serta nomor beregu empat sekawan. Guna menjamin kualitas kompetisi yang profesional, panitia pelaksana bahkan mendatangkan direktur pertandingan khusus langsung dari Jakarta.

Kendati antusiasme peserta sangat tinggi, tantangan infrastruktur masih membayangi cabang olahraga ini. Ketua Pelaksana Kegiatan, Sabrie Madani, mengakui bahwa ketersediaan sarana dan prasarana penunjang turnamen di Banjarmasin masih relatif terbatas. Fasilitas yang ada saat ini dinilai hanya memadai untuk kebutuhan latihan rutin, sehingga panitia harus meminjam peralatan tambahan demi menyukseskan gelaran ini.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kejuaraan ini. Menurutnya, olahraga bridge tidak hanya sekadar ajang adu strategi, melainkan juga sarana melatih ketajaman berpikir yang berdampak positif pada kesehatan mental. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai daerah, seperti Gabsi Tanah Laut dan Kotabaru, sebagai pemacu bagi KONI Banjarmasin untuk terus berbenah.

Senada dengan hal itu, Ketua KONI Banjarmasin, Hermansyah, menegaskan komitmennya untuk terus memasyarakatkan olahraga bridge secara lebih luas. Kejuaraan Wali Kota Cup ini diharapkan dapat memicu kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan KONI guna melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.