PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mengimplementasikan terobosan teknologi mutakhir dalam proyek pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Langkah ini diambil untuk memastikan pengerjaan proyek strategis tersebut berjalan efisien, akurat, dan selesai sesuai target pada Februari 2027 mendatang.

Inti dari transformasi digital ini adalah penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM) hingga level 7D. Berbeda dengan model 3D konvensional, sistem BIM 7D yang diterapkan HKI mengintegrasikan seluruh siklus proyek, mulai dari tahapan perencanaan, eksekusi konstruksi, pengendalian anggaran, hingga manajemen aset jangka panjang dalam satu ekosistem data yang saling terhubung.

Sekretaris HKI, Resnu Aditya Wuladarman, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi konflik desain serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan. Seluruh informasi teknis kini dapat dikelola dengan lebih presisi, sehingga meminimalisir risiko kesalahan yang sering terjadi akibat ketidaksinkronan data.

Selain BIM, HKI juga mengadopsi platform Common Data Environment (CDE) sebagai pusat manajemen dokumen digital. Dengan sistem ini, seluruh pemangku kepentingan dapat mengakses gambar kerja, revisi desain, hingga laporan teknis secara real-time. Hal ini memastikan bahwa seluruh tim bekerja berdasarkan data mutakhir yang valid dan terpusat.

Di sisi operasional lapangan, HKI turut mengintegrasikan teknologi survei berbasis fotogrametri drone. Penggunaan drone ini berfungsi untuk mempercepat proses pengukuran serta validasi progres pekerjaan fisik, terutama dalam perhitungan volume material timbunan. Sinergi antara BIM, CDE, dan survei digital ini menciptakan ekosistem kerja yang transparan serta memperkuat akurasi laporan progres proyek secara menyeluruh.