Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi sektor pertanian yang digerakkan oleh generasi muda di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Wakil Wali Kota meninjau langsung panen raya jagung pakan yang sepenuhnya dikelola oleh petani generasi Z (Gen Z) dengan menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi modern.

Pertanian modern ini berdiri di atas lahan seluas tiga hektare dan luar biasanya hanya dikelola secara efektif oleh tiga orang tenaga kerja. Efisiensi tinggi ini tercapai berkat implementasi teknologi mutakhir di setiap tahapan budidaya, mulai dari penyiapan lahan, pemeliharaan, pemupukan presisi menggunakan pesawat nirawak (drone), hingga proses panen yang menggunakan mesin otomatis. Dari luasan lahan tersebut, produktivitas panen diperkirakan mampu menembus angka 30 hingga 40 ton.

Berbeda dengan pertanian hortikultura pada umumnya, para petani muda ini memilih fokus pada komoditas jagung pakan. Pemilihan jenis jagung ini didasarkan pada analisis kebutuhan pasar industri yang tinggi dan stabil, sehingga hasil panen langsung terserap oleh pembeli tanpa kendala pemasaran. Langkah taktis ini dinilai berhasil meminimalisasi risiko kerugian pascapanen yang kerap dihadapi petani tradisional.

Wali Kota Lis Darmansyah menyatakan bahwa model pertanian pintar (smart farming) ini menjadi role model penting dalam mendorong regenerasi petani di wilayahnya. Kehadiran petani Gen Z membuktikan bahwa sektor pertanian kini dapat dikelola secara modern, higienis, efisien, dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemilik lahan, petani muda, pemerintah, dan pihak industri untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Ariza, menambahkan bahwa digitalisasi pertanian terbukti mampu memangkas kebutuhan tenaga kerja fisik secara signifikan tanpa menurunkan kuantitas hasil produksi. Penggunaan drone untuk pemupukan dan mesin mekanis saat panen menunjukkan bahwa pemuda lokal mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan zaman. Pemerintah daerah berharap keberhasilan proyek ini dapat memicu minat generasi muda lainnya untuk ikut membangun sektor agribisnis di Tanjungpinang.