SURAKARTA — Tim kesehatan gabungan diterjunkan secara penuh untuk mengawal keselamatan puluhan ribu mahasiswa baru dalam rangkaian Masa Ta'aruf (Masta) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026. Langkah ini diambil guna merespons cepat potensi gangguan kesehatan dan situasi darurat medis selama agenda penyambutan berlangsung.
Sejumlah insiden kesehatan seperti penanganan peserta pingsan, kelelahan ekstrem, kekambuhan penyakit asma, hingga keluhan gastritis mendominasi pelayanan di posko kesehatan. Petugas medis yang sigap langsung memberikan bantuan pertama berupa penanganan oksigenasi, pemantauan saturasi, serta observasi fisik secara intensif di lokasi penanganan.
Perawat RS A.R. Fachruddin, Emil Rahayu Perwitasari, mengindikasikan bahwa sebagian besar keluhan medis dipicu oleh faktor kecemasan serta kondisi peserta yang belum sempat sarapan. Sementara itu, Muhammad Naufal Firdaus, dokter muda Fakultas Kedokteran UMS, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam tim relawan medis ini menjadi momentum penting untuk mengaplikasikan keahlian klinis secara langsung di bawah bimbingan tenaga profesional.
Koordinator Tim Kesehatan Masta UMS 2026, Noor Alis Setiyadi, menjelaskan bahwa penanganan medis didukung oleh dua posko utama di Hall Auditorium Mohamad Djazman dan Masjid Sudalmiyah Rais, serta jaringan posko satelit di setiap fakultas. Selain menyiagakan unit ambulans RS A.R. Fachruddin dan Lazismu, panitia juga menerapkan mitigasi dini berupa skrining riwayat penyakit melalui platform Spada Masta serta penggunaan pita penanda risiko medis bagi mahasiswa berkondisi khusus.
Menghadapi padatnya kegiatan penyambutan, tim kesehatan mengimbau para mahasiswa baru untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dengan disiplin mengonsumsi sarapan dan membawa bekal mandiri sebelum mengikuti seluruh rangkaian acara.