Lulusan perguruan tinggi asal Asia Tenggara kini mulai memperluas jejak kewirausahaan mereka di Tiongkok. Salah satunya adalah Tran Le Huong Giang, alumnus magister dari Guizhou Normal University asal Vietnam, yang mendirikan perusahaan perdagangan internasional, jasa penerjemahan, dan pelatihan bahasa Mandarin di kawasan Guian New Area, Guiyang, awal Agustus ini.
Keputusan Tran untuk menetap dan berbisnis di Tiongkok didorong oleh tingginya permintaan tenaga kerja fasih berbahasa Mandarin di negaranya seiring dengan meningkatnya volume perdagangan bilateral. Dalam ajang China-ASEAN Education Cooperation Week 2026, Tran mengungkapkan bahwa perusahaannya kini tengah bersiap menyambut delegasi bisnis dari Vietnam untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor kecerdasan buatan (AI) dan baterai litium.
Langkah serupa diambil oleh Cai Hong, lulusan magister asal Laos dari Guizhou Minzu University. Cai mendirikan perusahaan perdagangan lintas negara untuk mengekspor produk lokal Guizhou seperti teh, kastanye, dan minuman keras Moutai ke Laos, sekaligus mengimpor komoditas kopi dan durian memanfaatkan jalur kereta cepat Tiongkok-Laos. Keberhasilan ini didukung penuh oleh pemerintah daerah yang memfasilitasi pengurusan izin usaha serta menyediakan ruang kantor secara gratis.
Fenomena ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah Guizhou dalam memfasilitasi wirausahawan muda global. Di China-Guiyang Guian International Talent Entrepreneurship Park saja, terdapat sedikitnya 15 perusahaan rintisan yang didirikan oleh alumni dari kawasan ASEAN dengan dukungan layanan satu atap yang komprehensif, mulai dari administrasi legalitas hingga bimbingan operasional harian.
Kolaborasi ini sejalan dengan tren penguatan kemitraan strategis ASEAN-Tiongkok. Data mencatat bahwa sejak tahun 2023, mobilitas akademik kedua wilayah telah melibatkan lebih dari 175.000 mahasiswa. Integrasi antara dunia pendidikan dan sektor industri dinilai krusial untuk membekali talenta muda dengan kecakapan praktis yang relevan di era transformasi teknologi global saat ini.