Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 112 warga di daerah tersebut terkonfirmasi positif HIV/AIDS dalam kurun lima tahun terakhir. Seluruh warga yang masuk dalam pendataan itu telah ditangani melalui program pengobatan rutin yang diawasi tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Asep Setia Budiman, menyampaikan di Rejang Lebong, Sabtu, bahwa para pasien yang terdata sudah mendapatkan layanan medis secara berkala. Pendampingan juga melibatkan unsur lembaga swadaya masyarakat yang selama ini bergerak pada isu pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Menurut Asep, angka tersebut merupakan akumulasi temuan kasus selama beberapa tahun terakhir. Proses deteksi tidak selalu terjadi sejak awal penularan karena HIV memiliki masa perkembangan yang panjang. Dalam sejumlah kasus, pasien baru diketahui terinfeksi setelah kondisi kesehatannya memburuk atau memasuki fase lanjut.

Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran petugas kesehatan, riwayat penularan pasien beragam. Sebagian diduga tertular saat berada di wilayah Rejang Lebong, sementara sebagian lainnya memiliki kemungkinan terpapar ketika beraktivitas atau tinggal di luar daerah.

Dinkes Rejang Lebong mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang berperan dalam penularan HIV/AIDS, antara lain perilaku seksual tidak aman serta penggunaan jarum suntik secara bergantian, terutama pada penyalahgunaan narkotika. Pola tersebut dinilai sangat berisiko karena virus dapat berpindah melalui darah maupun hubungan seksual tanpa perlindungan.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah daerah melalui Dinkes terus memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang dinilai rentan. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai cara penularan, bahaya penyakit, serta pentingnya pemeriksaan dini.

Asep juga mengingatkan masyarakat agar melakukan pencegahan secara mandiri dengan menghindari hubungan seksual berisiko, tidak berganti-ganti pasangan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba. Ia menilai perubahan perilaku menjadi salah satu kunci untuk menekan potensi penularan baru.

Kasus HIV/AIDS di Rejang Lebong umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan medis, termasuk pengambilan sampel darah dan uji laboratorium. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan status kesehatan seseorang sekaligus mempercepat akses pengobatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Rejang Lebong, warga yang ditangani berada pada rentang usia produktif, mulai dari remaja hingga dewasa. Sebagian besar pasien tercatat memiliki riwayat aktivitas seksual aktif sehingga edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi menular seksual dinilai perlu terus diperkuat.