Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmen nyata dalam merespons isu kesehatan mental di masyarakat luas. Melalui ajang Innovation and Creation Week (ICW) Part 5 yang diinisiasi oleh Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi, para mahasiswa memperkenalkan 10 produk inovasi psikologi aplikatif. Pameran yang diselenggarakan di Kampus 1 UMBY ini bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Psychopreneur.
Mengusung tema "Create Your Mind, Build Your Impact", ajang kreatif ini menjadi wadah bagi calon psikolog untuk memaparkan karya berbasis bukti (evidence-based). Seluruh inovasi yang dipamerkan dirancang secara khusus untuk menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa muda, guna menjawab tantangan psikologis yang relevan dengan dinamika sosial saat ini.
Untuk kelompok anak-anak, inovasi difokuskan pada pengenalan emosi dan pengurangan ketergantungan pada gawai. Produk seperti "Emo Spin" yang memanfaatkan metode belajar sambil bermain, serta buku cerita 3D "Pop-Up Book (Mengenal Emosiku)" dirancang untuk membantu anak mengenali emosi dasar mereka. Ada pula "Kido Kit" yang menyajikan paket permainan motorik terpandu sebagai stimulasi tumbuh kembang anak sekaligus sarana interaksi bersama orang tua.
Sementara itu, fase remaja dan dewasa awal yang rentan mengalami konflik hubungan mendapat perhatian lewat produk "Love Talk Card" untuk mempererat hubungan interpersonal. Permasalahan kekerasan dalam pacaran juga diantisipasi melalui platform digital "Sadarasa", sebuah situs web psikoedukasi yang memuat fitur deteksi dini kesehatan hubungan, jurnaling mandiri, hingga akses langsung ke layanan bantuan profesional.
Tak ketinggalan, kecemasan akademik dan stres kerja diakomodasi melalui serangkaian solusi praktis. Mulai dari gantungan kunci pintar "Welly Chain" dengan akses cepat ke audio regulasi emosi, "Anxiety Toolkit Box" sebagai paket pertolongan pertama kecemasan, toples afirmasi "Remind" untuk mengatasi kejenuhan kerja, hingga wadah ekspresi emosional "Feelings Jar". Sebagai pelengkap, program terapi kelompok "Healing and Nature" menawarkan pemulihan psikologis berbasis alam bebas yang dikombinasikan dengan latihan mindfulness.
Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, memberikan apresiasi tinggi terhadap prototipe karya para mahasiswa tersebut. Senada dengan itu, Koordinator Laboratorium Sociopreneur UMBY, Nanda Yunika Wulandari, berharap kolaborasi ini melahirkan calon psikolog yang tidak hanya menguasai teori akademis tetapi juga memiliki kepekaan sociopreneurship. Guna melindungi orisinalitas karya, pihak kampus kini tengah mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk produk-produk terpilih sebelum dikembangkan lebih jauh.