IPB University mengambil langkah nyata dalam menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswanya. Sebanyak lebih dari 400 mahasiswa dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan mengikuti seminar edukasi kesehatan mental bertajuk "Kuliah Boleh Ngebut, Mental Jangan Kusut" yang diselenggarakan di Auditorium Sylva Pertamina, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor.

Program yang diinisiasi oleh Bina Corps Rimbawan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga stabilitas emosi di tengah tuntutan akademik yang tinggi. Selama satu jam, para peserta dibekali dengan berbagai strategi praktis untuk mengatasi stres dan tekanan perkuliahan.

Ketua Satgas Mental Health Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Lufthi Rusniarsyah, menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi berkewajiban menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan jiwa mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh merasa berjuang sendirian dalam menghadapi tekanan akademis maupun personal.

Direktur ABCo Therapy Center, Lili Marliyuana, selaku narasumber utama menekankan bahwa masa perkuliahan bukan sekadar ajang berburu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi. Lebih dari itu, fase ini merupakan momentum penting untuk membentuk karakter, mengasah cara berpikir kritis, serta melatih kemampuan mengelola emosi.

Dalam pemaparannya, Lili mengenalkan lima pilar utama kesehatan mental yang meliputi aspek fisik, emosional, sosial, intelektual, dan spiritual. Mahasiswa juga diajak mengenali berbagai tantangan psikologis yang kerap mendera Generasi Z, seperti kecemasan berlebih (anxiety), sindrom penipu (impostor syndrome), hingga kecenderungan menyenangkan semua orang (people pleasing).

Sebagai solusi praktis, para mahasiswa dibekali dengan formula "CARE" serta gerakan "HADIR" (Hargai, Amati, Dengarkan, Ingatkan, Rangkul) untuk mendeteksi dan menolong rekan sejawat yang sedang mengalami krisis emosional. Edukasi ini ditutup dengan sesi latihan regulasi emosi guna membantu mahasiswa meredakan kecemasan secara mandiri.