Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada sektor fasilitas medis semata. Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI), Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan harus dibangun secara integratif mulai dari pemenuhan gizi, penyediaan hunian layak, akses air bersih, hingga pendidikan berkualitas.

Berbicara dalam diskusi nasional bertema "Kedaulatan Kesehatan Indonesia" di Bandung, Hashim menjelaskan bahwa integrasi berbagai sektor ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Langkah komprehensif ini dirancang untuk mentransformasi bangsa melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat dari tingkat yang paling mendasar.

Menurut Hashim, kualitas kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat tinggal mereka. Ketersediaan air bersih dan rumah yang layak huni menjadi fondasi penting untuk membentuk manusia Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global. Sektor-sektor ini saling bertalian erat dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Salah satu langkah nyata dari strategi ini adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperbaiki asupan nutrisi generasi muda. Program tersebut dirancang untuk merespons data prihatin dari Kementerian Kesehatan serta Kemenko PMK yang mencatat sekitar 41 persen anak sekolah dasar berangkat tanpa sarapan, serta angka stunting balita nasional yang masih berada di kisaran 21 hingga 22 persen.

Di samping pemenuhan gizi dan infrastruktur dasar, Hashim menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal jalannya program pembangunan dari praktik penyelewengan anggaran dan korupsi. Pembenahan tata kelola secara berkala terus diupayakan agar seluruh program prioritas dapat tersalurkan dengan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat luas.