Menurunkan berat badan sering kali menjadi perjuangan yang melelahkan bagi banyak orang. Meski telah rutin berolahraga dan menjaga pola makan, tidak sedikit yang merasa frustrasi karena angka di timbangan tetap bergeming. Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas program kebugaran yang dijalani.
Menurut pelatih kebugaran Raj Ganpath, kegagalan menurunkan berat badan tidak selalu disebabkan oleh menu diet atau intensitas latihan fisik yang salah. Sebaliknya, hambatan tersebut kerap bersumber dari sejumlah kebiasaan sederhana sehari-hari yang sering kali tidak disadari telah menghambat proses pembakaran kalori tubuh secara optimal.
Salah satu pemicu utama adalah kecenderungan makan berlebih pada malam hari. Banyak individu berhasil menjaga kedisiplinan konsumsi makanan sehat sejak sarapan hingga sore hari. Namun, sepulang beraktivitas atau bekerja, rasa lelah sering kali menurunkan kontrol diri, yang memicu konsumsi makanan cepat saji atau camilan berkalori tinggi secara berlebihan.
Kebiasaan menggunakan gawai atau ponsel pintar menjelang tidur juga turut memperburuk kondisi ini. Aktivitas berselancar di media sosial atau doomscrolling saat tubuh lelah justru mengganggu proses relaksasi pikiran. Paparan layar gawai ini menghambat kualitas istirahat yang sangat krusial bagi sistem metabolisme tubuh dalam membakar energi.
Terganggunya waktu tidur akibat begadang berdampak langsung pada ritme sirkadian tubuh yang mengatur pencernaan, tidur, dan keseimbangan hormon. Akibatnya, seseorang akan terbangun dalam kondisi lesu dan kekurangan energi pada keesokan harinya, sehingga kehilangan motivasi untuk berolahraga serta lebih rentan memilih makanan yang tidak sehat.