Ketua DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, mengeluarkan seruan penting bagi para elit partai politik di tanah air untuk lebih dewasa dan jernih dalam bersikap. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika nasional terkini, dengan harapan agar seluruh elemen partai dapat menjaga stabilitas politik demi kepentingan bangsa yang lebih luas.

Misbakhun menegaskan bahwa sosok elit politik memegang tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan. Ia secara khusus meminta agar narasi-narasi provokatif yang berpotensi memicu gejolak sosial serta meningkatkan eskalasi politik di masyarakat segera dihentikan. Baginya, kepemimpinan politik harus difokuskan pada penyediaan solusi konkret atas tantangan bangsa, bukan sekadar memoles citra sesaat.

Sorotan tajam diarahkan pada sikap ambigu partai politik yang cenderung tidak konsisten. Misbakhun mengkritik fenomena di mana partai politik kerap mengambil keuntungan dari program pemerintah yang sukses, namun langsung bersikap oposisi keras saat muncul persoalan. Menurutnya, praktik politik "dua kaki" semacam itu tidak hanya tidak elegan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap integritas partai politik.

Dalam sistem demokrasi, perbedaan pandangan dan kritik tentu merupakan hal yang lumrah. Namun, Misbakhun mengingatkan agar setiap bentuk kritik disampaikan secara konstruktif dan penuh tanggung jawab. Dalam situasi geopolitik dan ekonomi yang penuh tekanan saat ini, narasi yang bersifat menyejukkan jauh lebih dibutuhkan daripada retorika yang justru memperkeruh suasana.

Golkar pun mendorong terciptanya budaya politik kerja bersama. Mengingat kompleksitas persoalan bangsa yang kian menantang, Misbakhun menekankan pentingnya sinergi antar kekuatan politik untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Politik berwawasan kebangsaan yang memprioritaskan kepentingan nasional harus di atas kepentingan praktis yang bersifat populis.