Sentimen pasar terhadap sektor kesehatan global mengalami penguatan signifikan seiring dengan capaian positif yang diraih oleh raksasa farmasi Eli Lilly. Momentum ini memberikan dampak domino bagi Exchange Traded Fund (ETF) Goldman Sachs Future Health Care Equity (GDOC), yang mencatatkan pengembalian impresif sebesar 11,8 persen dalam tiga bulan terakhir setelah sempat mengalami tekanan kinerja di awal tahun 2026.
Kenaikan target harga yang ditetapkan oleh JPMorgan terhadap saham Eli Lilly menjadi katalis utama dalam pemulihan performa GDOC. Selain Eli Lilly, kontribusi signifikan juga datang dari Johnson & Johnson, yang tahun ini mencatatkan kenaikan nilai saham hingga hampir 30 persen. Keberhasilan Johnson & Johnson dalam mendapatkan persetujuan FDA untuk teknologi kateter jantung terbaru turut memperkuat posisi portofolio ETF tersebut di mata para investor.
Strategi investasi aktif yang diterapkan oleh GDOC, dengan fokus pada inovasi genomik, pengobatan presisi, serta digitalisasi kesehatan, dinilai sangat tepat di tengah dinamika pasar saat ini. Analis memperkirakan bahwa potensi penurunan suku bunga serta peningkatan aktivitas merger dan akuisisi akan menjadi pendorong tambahan bagi pertumbuhan sektor ini di paruh kedua tahun 2026.
Di sisi lain, pasar obat penurun berat badan berbasis terapi GLP-1 diproyeksikan akan terus berekspansi hingga mencapai nilai fantastis antara 130 hingga 150 miliar dolar AS pada tahun 2035. Peluang ini kini difasilitasi melalui instrumen khusus seperti ETF Amplify Weight Loss Drug & Treatment (THNR), yang memungkinkan investor untuk menargetkan segmen farmasi spesifik dalam tren kesehatan masa depan.