BIMA — Bendungan Diwu Moro, yang juga populer dengan sebutan Danau Rindu di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) potensial. Hal ini menyusul suksesnya penyelenggaraan lomba dayung perdana dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Lambu, Muaidin, mengungkapkan bahwa kompetisi air ini diselenggarakan oleh panitia HUT RI tingkat kecamatan dan berlangsung selama tiga hari. Perlombaan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran instansi pemerintahan, pemerintah desa, institusi pendidikan, hingga warga umum dari dalam dan luar Kecamatan Lambu.
Antusiasme yang tinggi terlihat dari padatnya penonton yang memadati area sekitar bendungan sepanjang acara. Kehadiran kerumunan massa ini membawa dampak positif langsung terhadap perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi kegiatan.
Selain menjadi magnet ekonomi musiman, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan keindahan bentang alam pegunungan dan kelestarian hutan di kawasan Lambu bagian timur. Warga setempat berharap potensi wisata Dam Diwu Moro dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk adanya usulan pelepasan benih ikan air tawar guna menunjang ekosistem bendungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar, memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menghidupkan sektor pariwisata daerah. Dinas Pariwisata berkomitmen untuk mendorong agenda lomba dayung ini agar dapat terlaksana secara konsisten sebagai ajang tahunan yang terjadwal.
Lebih lanjut, Akbar menilai Dam Diwu Moro memiliki karakter lingkungan yang sangat ideal dikembangkan untuk kegiatan wisata luar ruang (outdoor). Kawasan ini dinilai prospektif tidak hanya untuk wisata olahraga air, melainkan juga rekreasi keluarga, bumi perkemahan komunitas, serta berbagai aktivitas wisata alam lainnya.