Istiqlal Global Fund (IGF) bersama Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta menginisiasi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Melalui kolaborasi ini, masjid diarahkan tidak sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat integrasi bisnis, filantropi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Direktur Utama Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq, menjelaskan bahwa sinergi ini berakar dari kesamaan visi untuk menghadirkan bisnis yang berdampak sosial nyata. Pihaknya berupaya membangun ekosistem komprehensif yang menghubungkan pelaku usaha, investor, lembaga filantropi, dan masyarakat luas agar dapat tumbuh bersama.

Di bawah konsep ini, masjid diposisikan kembali sebagai pusat peradaban yang mampu menjawab tantangan modern. Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IGF dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan kawasan Masjid Istiqlal dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan teknologi.

Salah satu proyek konkret yang sedang berjalan adalah pembentukan Istiqlal EV Community untuk mendukung transisi energi bersih, lengkap dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area masjid. Selain itu, kawasan Sungai Ciliwung yang melintasi Istiqlal juga akan direvitalisasi menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan.

Terobosan lain yang diperkenalkan adalah wakaf energi, di mana dana filantropi dialokasikan untuk pembangunan panel surya guna memasok listrik masjid dan musala sekitar. Sinergi modern ini diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi historis masjid sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial yang inklusif dan mandiri.