Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada manufaktur kendaraan listrik di Indonesia dinilai tidak boleh sebatas mengejar angka akumulasi investasi semata. Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, menegaskan pentingnya proses transfer teknologi secara masif kepada tenaga kerja lokal agar Indonesia memiliki kemandirian industri dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Irsan saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke fasilitas pabrik PT BYD Auto Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Menurutnya, keberadaan industri kendaraan berbasis baterai harus mampu memberikan dampak signifikan terhadap penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri.

Politikus dari Partai Nasdem ini menggarisbawahi bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci utama agar sektor industri otomotif masa depan ini tidak terus-menerus bergantung pada pihak luar. Sebagai langkah nyata, sekitar 500 pekerja lokal saat ini telah dikirim ke luar negeri untuk menjalani pelatihan teknis dan transfer pengetahuan guna bersiap menjadi tenaga inti dalam operasi manufaktur.

Saat ini, pencapaian nilai kandungan lokal pada industri tersebut telah berada di kisaran 40 persen dan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 80 persen. Sejalan dengan kenaikan TKDN tersebut, Komisi XII DPR RI bakal terus mengawal agar komposisi tenaga kerja didominasi oleh pekerja lokal dengan target 80 persen, sementara keberadaan tenaga ahli asing difokuskan untuk mendampingi alih teknologi spesifik yang tergolong baru di tanah air.