Upaya memperkuat kemandirian ekonomi bagi penyandang tunanetra terus digalakkan di Provinsi Ca Mau. Pada 11 Juli lalu, Asosiasi Tunanetra setempat bekerja sama dengan Asosiasi Shiatsu Vietnam resmi menutup program pelatihan terapi pijat asal Jepang yang diberikan secara cuma-cuma bagi para anggota.

Selama lima hari intensif, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai anatomi tubuh, termasuk sistem peredaran darah, pernapasan, serta titik-titik akupunktur. Selain teori, kurikulum juga menekankan pada praktik langsung penggunaan tekanan jari dan telapak tangan guna menstimulasi keseimbangan energi tubuh untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti insomnia, sakit kepala, hingga nyeri otot.

Presiden Asosiasi Shiatsu Vietnam, Truong Thi Ngoc Anh, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para peserta. Ia mencatat bahwa meskipun waktu pelatihan tergolong singkat, antusiasme dan kemampuan adaptasi peserta dalam menguasai teknik terapi sangat mengesankan, yang diyakini dapat meningkatkan standar pelayanan mereka di masa depan.

Ketua Asosiasi Tunanetra Provinsi Ca Mau, Cao Thanh Qui, menekankan bahwa pelatihan kejuruan ini merupakan batu loncatan vital bagi para penyandang disabilitas. Ia berharap keterampilan baru ini tidak hanya membuka peluang kerja yang lebih luas, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun kepercayaan diri serta memfasilitasi integrasi sosial yang lebih baik bagi anggota asosiasi.

Saat ini, tercatat terdapat lebih dari 3.000 penyandang tunanetra di wilayah Ca Mau. Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan jumlah teknisi pijat profesional di kalangan tunanetra, yang saat ini berjumlah sekitar 100 orang, dapat terus bertambah dan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi mereka.