Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada dalam tekanan jual pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas, indeks diproyeksikan bergerak pada kisaran level support 5.745 hingga resistance di angka 6.000, dengan titik pivot berada di 5.900.
Koreksi ini merupakan kelanjutan dari pelemahan sebelumnya yang ditutup di level 5.873,37. Kondisi pasar yang volatil dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut secara langsung memicu lonjakan harga minyak mentah global, yang kemudian mendorong aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah IHSG sempat mencatatkan reli selama lima hari beruntun.
Sentimen negatif lain yang membayangi pasar adalah pengumuman dari S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang menempatkan Indonesia dalam daftar pemantauan (watchlist). Status ini memberikan sinyal potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market. Menyikapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana melakukan koordinasi dengan pihak S&P DJI untuk membahas evaluasi klasifikasi pasar ini lebih lanjut.
Di tengah kondisi pasar yang menantang, Phintraco Sekuritas merekomendasikan para pelaku pasar untuk tetap mencermati pergerakan harga saham secara selektif. Sebanyak lima saham telah dipetakan untuk dipantau, dengan PGEO menjadi salah satu emiten yang masuk dalam daftar rekomendasi tersebut untuk diperhatikan di tengah fluktuasi indeks.