Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan di wilayah kepulauan Maluku. Melalui Program Studi Pendidikan Matematika FKIP, institusi ini menggelar pelatihan teknologi Augmented Reality (AR), Learning Management System (LMS), serta metode pembelajaran STEAM bagi para guru di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kegiatan bertajuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dipusatkan di SMA Negeri 4 Seram Bagian Barat pada Jumat (7/8/2026). Pelatihan ini melibatkan para guru mata pelajaran Matematika, IPA, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari sejumlah sekolah, seperti SMPN 1, 2, 5, dan 7 Taniwel, SMAN 4 dan 25 SBB, hingga SMKN 2 Taniwel.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kompetensi guru di era modern, khususnya di wilayah kepulauan yang kerap menghadapi kendala infrastruktur dan keterbatasan internet. Guru didorong untuk menyusun perangkat pembelajaran yang kontekstual dan adaptif, sehingga materi yang diajarkan tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Dua teknologi utama yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah AR dan LMS. Teknologi AR digunakan untuk memvisualisasikan konsep abstrak ke dalam bentuk tiga dimensi yang lebih interaktif, memudahkan siswa memahami pelajaran. Sementara itu, platform LMS difungsikan sebagai sistem manajemen digital untuk mendistribusikan tugas, materi, dan melakukan evaluasi belajar secara terstruktur.

Pelatihan ini menghadirkan akademisi berkompeten dari FKIP Unpatti. Prof. Dr. Theresia Laurens, M.Pd., memaparkan integrasi modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, Novalin C. Huwaa, S.Pd., M.Sc., memandu penyusunan perangkat belajar berbasis STEAM. Adapun pelatihan praktis pembuatan media berbasis AR dipimpin oleh Pieter Z. Tupamahu, M.Pd., disusul materi integrasi sistem ke LMS oleh Yulian H. Makaruku, S.Si., M.Kom.

Tidak berhenti pada teori, pihak universitas berkomitmen melakukan pendampingan berkala, uji coba, dan evaluasi implementasi teknologi ini di ruang kelas. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa inovasi pembelajaran digital benar-benar dapat diterapkan secara berkelanjutan demi meningkatkan literasi dan numerasi siswa di Seram Bagian Barat.