Penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 Receptor Agonist, seperti Ozempic dan Wegovy, kini tengah menjadi sorotan medis. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi obat pendamping diabetes dan obesitas ini berpotensi memicu efek samping serius berupa osteoporosis, pelunakan tulang (osteomalasia), serta penyakit asam urat. Temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Orthopaedic Surgeons pada Maret 2026 lalu.
Penelitian yang dipimpin oleh dr. John Horneff, profesor madya bedah ortopedi di University of Pennsylvania, berawal dari observasi klinis terhadap pasiennya yang mengalami robekan tendon parah akibat cedera ringan. Melalui analisis rekam medis selama lima tahun terhadap 146.000 orang dewasa dengan obesitas dan diabetes tipe 2, ditemukan bahwa pengguna obat GLP-1 memiliki risiko osteoporosis 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Bahkan, risiko penurunan kepadatan mineral tulang terpantau meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu tersebut.
Para ahli menjelaskan bahwa penurunan berat badan yang terjadi secara drastis menjadi pemicu utama rapuhnya tulang. Ketika berat badan menyusut dengan cepat, beban alami yang biasanya ditopang oleh kerangka tubuh berkurang drastis, mirip dengan kondisi yang dialami astronaut di ruang angkasa tanpa gravitasi. Selain itu, efek penekan nafsu makan dari obat ini secara tidak langsung mengurangi asupan nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D yang krusial untuk menjaga kekuatan tulang.
Korelasi antara penyusutan massa tubuh dan penurunan kualitas tulang ini juga dikonfirmasi oleh dr. Clifford Rosen, profesor kedokteran di Tufts University. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyertakan peringatan tertulis mengenai risiko patah tulang pada label kemasan produk semaglutide. Di sisi lain, dr. Susan Spratt dari Duke Health menekankan pentingnya membedakan antara hilangnya nyeri sendi akibat berkurangnya berat badan dengan kepadatan tulang yang sebenarnya.
Kendati demikian, pasien diimbau untuk tidak panik. Dr. Christopher McGowan, seorang spesialis gastroenterologi, menjelaskan bahwa risiko penurunan kepadatan tulang ini dapat diantisipasi dan dicegah. Berdasarkan studi sekunder pada Juni 2024, efek samping tersebut tidak akan terjadi jika penggunaan obat GLP-1 diimbangi dengan program olahraga terstruktur, pemenuhan kebutuhan protein yang cukup, serta pengawasan medis secara berkala.