YOGYAKARTA – Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui tim MeRAMU, mereka resmi memulai program pengabdian masyarakat yang berfokus pada sektor kesehatan dan pelestarian lingkungan di Kalurahan Salamrejo pada Jumat (7/8/2026).
Acara penerjunan ini dihadiri langsung oleh Lurah Salamrejo, Dani, serta Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD, Danang. Kehadiran para tokoh ini menandai dimulainya kolaborasi sinergis antara akademisi, pemerintah tingkat kalurahan, dan warga setempat yang disahkan melalui penandatanganan berita acara resmi.
Dalam pengabdian ini, tim MeRAMU mengusung empat pilar program kerja utama yang dirancang secara interaktif dan partisipatif. Program pertama adalah SEDAYA, yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis potensi lokal setempat. Sementara itu, program kedua, GEMPAR JENTIK, difokuskan pada edukasi berkala serta pemantauan jentik nyamuk guna menekan risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan warga.
Lebih lanjut, program ketiga bertajuk SAPA HIPERTENSI hadir untuk mengedukasi warga mengenai deteksi dini, pencegahan, serta penerapan pola hidup sehat guna mengontrol tekanan darah. Melengkapi upaya tersebut, program SUMBER URIP diarahkan pada konservasi dan optimalisasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif solusi kesehatan mandiri yang ramah lingkungan.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa UAD diharapkan tidak hanya mampu mempraktikkan ilmu kefarmasian yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga dapat menyerap kearifan lokal serta menumbuhkan empati sosial. Program MeRAMU 2026 ini diproyeksikan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Salamrejo yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.