Di tengah dinamika pasar global yang semakin menuntut standar tinggi, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menekankan perlunya pergeseran paradigma bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Menurutnya, kurasi produk yang tepat merupakan instrumen krusial untuk meningkatkan daya saing barang lokal agar tidak kalah bersaing dengan produk impor yang telah memiliki standar kualitas dan posisi merek yang kuat.
Siti Fauziah menjelaskan bahwa kurasi bukan sekadar proses seleksi barang, melainkan upaya strategis untuk mengubah pola pikir UMKM terkait inovasi, kualitas, dan penempatan posisi (positioning) produk di pasar. Tantangan saat ini menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha masih kesulitan mengidentifikasi keunggulan kompetitif mereka serta menyesuaikan standar pengemasan dengan kebutuhan pasar global.
Memasuki tahun 2026, integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dipandang sebagai kunci utama dalam transformasi bisnis. Pemanfaatan AI memungkinkan UMKM untuk melakukan analisis tren pasar secara real-time, personalisasi pemasaran yang akurat, serta efisiensi rantai pasok. Teknologi ini diharapkan mampu menjawab hambatan tradisional yang selama ini menghambat penetrasi produk lokal ke mancanegara.
Meski pemerintah terus mendorong melalui berbagai program inkubasi, tantangan akses teknologi bagi pelaku UMKM di daerah terpencil tetap menjadi perhatian. Siti Fauziah mendorong agar ekosistem pendukung, mulai dari pelatihan digital hingga pendampingan berkelanjutan dari para ahli, dapat segera diwujudkan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dinilai mutlak diperlukan agar transformasi digital UMKM dapat berjalan berkelanjutan.
Keberhasilan adopsi teknologi ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan devisa negara melalui ekspor, tetapi juga menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja baru di sektor ekonomi digital. Fokus utama saat ini bukan lagi sekadar memberi dukungan insidental, melainkan membangun infrastruktur ekosistem yang konsisten agar UMKM Indonesia mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif.