Suasana duka menyelimuti kota Teheran saat prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaksanakan. Kehadiran jutaan massa dari berbagai penjuru kota sejak Jumat (5/7/2026) menjadi cerminan mendalamnya pengaruh sang pemimpin di tengah masyarakat Iran.
Para tamu undangan, termasuk perwakilan dari Indonesia, berkesempatan memberikan penghormatan langsung di Musala Besar Teheran, tempat lima peti jenazah disemayamkan. Meskipun otoritas setempat menerapkan sistem rotasi ketat guna menampung antusiasme warga yang membeludak, massa tetap menunjukkan kedisiplinan luar biasa selama prosesi berlangsung.
Rangkaian upacara pemakaman ini direncanakan berlangsung selama enam hari, menempuh perjalanan dari Teheran menuju kota Qom, serta melintasi wilayah Najaf dan Karbala di Irak, sebelum akhirnya kembali ke Iran untuk disemayamkan di Mashad. Pejabat terkait memperkirakan total partisipasi warga dalam seluruh rangkaian prosesi ini dapat mencapai angka 30 juta orang.
Peristiwa ini menandai babak baru bagi lanskap politik Iran pasca-wafatnya Ayatollah Khamenei akibat serangan udara gabungan pada akhir Februari 2026 lalu. Besarnya animo publik dalam prosesi ini tidak hanya menjadi simbol belasungkawa nasional, tetapi juga mengirimkan pesan solidaritas yang kuat dari dalam negeri di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.