Kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tuban. Guna memastikan anak-anak tumbuh dengan optimal dan minim risiko gangguan perkembangan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar pelatihan Kalakarya Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak di Aula Aster Dinkes P2KB setempat.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menyatakan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam meminimalkan potensi penyimpangan tumbuh kembang anak. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan setiap anak di Kabupaten Tuban mendapatkan pengawasan yang tepat sesuai dengan fase perkembangannya.
Langkah preventif ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban, Sri Rahayu, S.Pd., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan komitmen dewan dalam mendukung program kesehatan anak. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fungsi pengawasan serta alokasi anggaran yang memadai untuk menjamin keberlanjutan program pelatihan dan penyediaan fasilitas penunjang di puskesmas.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas para kader dan tenaga medis difokuskan agar mereka lebih peka dan cepat dalam mengidentifikasi gejala gangguan tumbuh kembang. Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak (PJ KIA) dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Tuban yang menjadi peserta diharapkan mampu mentransfer pengetahuan ini ke wilayah kerja mereka masing-masing secara konsisten.
Di sisi lain, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada peran aktif orang tua. Masyarakat diimbau untuk konsisten memantau perkembangan buah hati mereka melalui kunjungan rutin ke Posyandu maupun pusat layanan kesehatan terdekat, sehingga setiap potensi hambatan perkembangan anak dapat segera dideteksi dan ditangani secara tepat waktu.