Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayanan kesehatan di Distrik Jila. Keputusan ini diambil menyusul insiden penyanderaan sembilan perempuan, termasuk tenaga kesehatan, oleh kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa operasional medis baru akan dibuka kembali setelah situasi keamanan di Distrik Jila benar-benar kondusif. Langkah ini diambil demi memberikan jaminan keselamatan fisik dan psikologis bagi para petugas medis beserta keluarga mereka.

Menurut Godfried, meskipun kebijakan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan medis masyarakat lokal, keselamatan para tenaga kesehatan (nakes) tetap menjadi prioritas utama. Pihaknya mensyaratkan adanya jaminan keamanan yang solid dari masyarakat setempat serta aparat TNI-Polri sebelum mengirim kembali petugas ke lapangan.

Saat ini, sembilan nakes yang berhasil dievakuasi ke Timika bersama guru dan pegawai distrik lainnya sedang menjalani masa pemulihan trauma. Insiden penyanderaan tersebut menyisakan dampak psikologis yang mendalam bagi para abdi negara yang bertugas di wilayah pedalaman itu.

Distrik Jila sendiri merupakan satu dari 18 distrik di Kabupaten Mimika yang terletak di kawasan pegunungan terpencil. Dengan total 20 nakes yang bekerja secara bergantian (shift), wilayah ini hanya dapat diakses menggunakan transportasi udara seperti pesawat perintis atau helikopter.