SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis dalam menekan prevalensi penyakit katastrofik yang masih membayangi kondisi kesehatan masyarakat setempat. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara tegas menyerukan pentingnya deteksi dini sebagai garda terdepan dalam mencegah penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes melitus, dan hipertensi.

Dalam arahannya, Ardiansyah menekankan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya sendiri menjadi kunci utama pencegahan. Ia mendorong seluruh lapisan masyarakat agar rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, minimal satu kali dalam setahun, sebagai upaya mengenali faktor risiko sejak dini sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penyakit katastrofik seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes, dan hipertensi," tegas kepala daerah tersebut.

Ardiansyah menggarisbawahi bahwa hasil skrining kesehatan semestinya dijadikan acuan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Bagi warga yang terdeteksi memiliki indikasi risiko penyakit tertentu, ia mengimbau agar segera mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan secara tepat waktu.

Tak hanya berhenti pada deteksi dini, Pemkab Kutim juga menggalakkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi. Program ini dirancang secara komprehensif, mencakup edukasi kesehatan, aktivitas fisik yang terstruktur, serta pemeriksaan berkala untuk membantu pasien mengendalikan kondisi kesehatannya secara optimal.

Selain Prolanis, pemerintah daerah turut mendorong pemanfaatan Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien penyakit kronis yang kondisinya telah stabil. Melalui program ini, pengobatan dapat dilakukan secara berkesinambungan di fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal pasien, sehingga akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan efisien.

Ardiansyah juga memperkenalkan pola aktivitas fisik sederhana bernama Gerak Sehat Prolanis 335 sebagai bagian dari kampanye hidup sehat. Metode ini terdiri atas tiga menit berjalan santai, dilanjutkan tiga menit berjalan cepat, yang kemudian diulang sebanyak lima kali. Gerakan ringan ini dinilai mudah dipraktikkan oleh siapa saja sebagai langkah awal membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mari bersama wujudkan Kutim yang sehat dan produktif," tutup Ardiansyah dengan optimistis.