Aktivitas industri batu kapur di Kecamatan Padalarang dan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini mulai berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat setempat. Polusi debu yang menyelimuti kawasan pemukiman memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta kekhawatiran atas penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC).
Dinas Kesehatan KBB melaporkan temuan ini setelah menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode 25 hingga 31 Juli 2026. Dari total 2.974 kunjungan di empat puskesmas wilayah terdampak, sebanyak 2.870 warga atau sekitar 96,5 persen berpartisipasi aktif dalam pemeriksaan medis tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar, menjelaskan bahwa skrining paru-paru dilakukan secara masif untuk mendeteksi tingkat keparahan gangguan pernapasan warga. Sebanyak 1.772 pasien telah menjalani prosedur rontgen dada, di mana 378 orang di antaranya diidentifikasi sebagai suspek TBC dan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.
Sebagai langkah penanganan cepat, sebanyak 304 warga dari kelompok suspek tersebut langsung diarahkan untuk menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM). Langkah penapisan ini krusial dilakukan demi memastikan diagnosis medis yang akurat serta mempercepat proses pemulihan pasien sebelum kondisi klinisnya memburuk.
Selain faktor pencemaran udara akibat debu kapur, gaya hidup masyarakat juga turut memperparah risiko kesehatan. Tim medis mencatat sedikitnya 549 warga terdampak memiliki riwayat sebagai perokok aktif, yang menurut otoritas kesehatan dapat melipatgandakan kerusakan fungsi paru-paru di tengah paparan polutan industri.