Pengalaman selama lebih dari dua dekade melayani pasien di Rumah Sakit (RS) Emanuel Banjarnegara memberikan perspektif mendalam bagi Lia Fitriani (45) mengenai pentingnya akses kesehatan yang merata. Perawat asal Sokaraja Kidul, Kabupaten Banyumas ini, menyaksikan sendiri bagaimana kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah merevolusi sistem pelayanan medis, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Menurut Lia, lonjakan biaya pengobatan yang terus meningkat sering kali menjadi momok menakutkan bagi keluarga kurang mampu. Namun, keberadaan JKN terbukti mampu meruntuhkan hambatan finansial tersebut. Warga kini tidak perlu lagi cemas untuk segera mencari pertolongan medis, baik dalam situasi darurat maupun untuk kebutuhan perawatan rutin.

Lebih lanjut, Lia menekankan bahwa esensi sejati dari program nasional ini terletak pada prinsip gotong royong. Kontribusi iuran dari peserta yang sehat secara tidak langsung menjadi penopang hidup bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit. Sinergi sosial inilah yang menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai tenaga medis di garda terdepan, Lia juga aktif memberikan edukasi kepada pasien, terutama penderita penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Keberadaan jaminan kesehatan ini mencegah risiko putus obat akibat kendala biaya, yang kerap memicu komplikasi fatal. Berkat program ini, konsistensi pengobatan pasien dapat terjaga dengan baik demi kualitas hidup yang lebih layak.

Guna memaksimalkan efektivitas program ini, Lia turut mempelopori inisiatif digitalisasi melalui pendirian Pojok JKN di area pelayanan rumah sakit. Fasilitas ini bertujuan untuk memandu pasien dalam mengoperasikan aplikasi Mobile JKN, mulai dari memanfaatkan kartu kepesertaan digital, mengubah data administrasi, hingga sistem antrean online yang sukses memangkas waktu tunggu pelayanan.