Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru secara resmi merampungkan seluruh rangkaian program vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) tiga dosis pada pertengahan tahun 2026. Langkah preventif ini berhasil menjangkau hampir 300 wanita usia produktif di wilayah tersebut, sebagai komitmen nyata menekan angka kasus kanker leher rahim atau serviks.
Keberhasilan program ini melampaui target awal yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Sasaran utama dari gerakan imunisasi ini mencakup para pegawai perempuan di lingkungan instansi, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) setempat.
Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menegaskan pentingnya proteksi dini melalui vaksinasi HPV ini. Ia menjelaskan bahwa infeksi virus HPV merupakan faktor pemicu utama kanker serviks pada perempuan. Kolaborasi lintas organisasi pun menjadi kunci sukses kelancaran program yang digelar secara berkala sejak awal tahun ini.
Proses penyuntikan vaksin dilakukan dalam tiga tahap terencana, dimulai dari dosis pertama pada Januari, dosis kedua pada April, dan ditutup dengan dosis ketiga pada Juli 2026. Ary menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program lanjutan dari BPOM pusat di masa mendatang guna memperluas cakupan perlindungan bagi masyarakat luas.